Jakarta – Angka tukar rupiah terpantau terapresiasi terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di dalam berada dalam sentimen negatif bagi negara Amerika Serikat salah satunya penantian tentang Rapat Dewan Pengurus Bank Tanah Air (RDG BI) khususnya perihal suku bunga.
Merujuk Refinitiv, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada Selasa (20/5/2025) dibuka pada kedudukan Rp16.400/US$ atau menguat 0,15%.
Sementara indeks dolar Negeri Paman Sam (DXY) mengalami turun tipis sebesar 0,04% ke bilangan 100,38 pada pukul 08:56 WIB. Angka ini tambahan rendah jikalau dibandingkan penutupan perdagangan kemarin (19/5/2025) yang dimaksud berada pada sikap 100,43.
Ketidakpastian terkait perdagangan, utang fiskal yang digunakan membengkak, lalu melemahnya keyakinan tentang keistimewaan Negeri Paman Sam yang dimaksud bertahan lama sudah membebani aset-aset AS, dengan dolar sebagai salah satu korbannya. Penanam Modal mengamati mata uang yang dimaksud semakin kehilangan daya tariknya lantaran dolar kembali melemah dari valuasi yang tersebut tinggi.
Serangan tariff pemerintahan Trump tahun ini mengupayakan penanam modal untuk menurunkan eksposur ke aset Amerika Serikat pasca periode panjang kinerja yang dimaksud baik. Sementara mata uang Amerika Serikat agak stabil di beberapa pembukaan terakhir oleh sebab itu pemodal terhibur oleh gencatan senjata pada pertempuran dagang AS-Tiongkok yang sedang berlangsung, mata uang yang dimaksud kembali mendapat tekanan jual setelahnya lembaga pemeringkat Moody’s memangkas peringkat kredit negara bagian Amerika Serikat yang digunakan sangat baik satu tingkat.
“Ada banyak ruang untuk depresiasi lebih tinggi lanjut, murni dari perspektif valuasi,” kata George Vessey, kepala strategi valas kemudian makro pada perusahaan pembayaran Convera. Perdagangan “jual Amerika” kembali menjadi fokus setelahnya penurunan peringkat kredit Negeri Paman Sam oleh Moody’s, katanya.
Di lain sisi, Bank Indonesi (BI) juga akan menyelenggarakan Rapat Dewan Pemimpin wilayah (RDG) Mei 2025 yang berlangsung pada Selasa kemudian Rabu pekan ini (20-21/5/2025). Salah satu yang paling ditunggu-tunggu pelaku pangsa adalah tentang kebijakan suku bunga acuan.
Pelaku lingkungan ekonomi menanti apakah BI akan memangkas suku bunga di dalam berada dalam melambatnya perekonomian Indonesia.
CNBC INDONESIA RESEARCH
Next Article Investor Luar Negeri Masuk Simbol Rupiah 1 Triliun, Dolar Turun ke Simbol Rupiah 16.180
Artikel ini disadur dari RDG BI Dimulai, Nilai Tukar Rupiah Dibuka Menguat ke Rp16.400/US$











